Tulisan ini pernah dimuat di majalah HERWORLD edisi bulan Juni 2011

Saat ini berbagai cara untuk bisa membeli aset, renovasi rumah, liburan, uang pangkal sekolah dll. Tidak harus punya uang tunai senilai kebutuhan yang kita perlukan, karena bisa menggunakan beberapa macam kredit. Sehingga berbagai tingkat sosial yang berbedapun dapat mempunyai kesempatan untuk bisa membiayai barang atau tujuan yang diinginkan. 2 diantara cara yang ditawarkan oleh Bank adalah KTA yaitu Kredit Tanpa Agunan dan KPR yaitu Kredit Pemilikan Rumah.
Tapi kapan saatnya yang tepat untuk menggunakan KTA dan KPR, bagaimana memilih KTA dan KPR, dan apakah yang harus diperhatikan dalam menggunakan KTA dan KPR.

Tips dalam menggunakan KTA
KTA seperti kepanjangannya yaitu suatu pinjaman yang bisa dibayar secara kredit dengan cicilan tiap bulan tanpa harus menyiapan aset atau barang sebagai jaminan atau agunannya. Karena itu, karena tidak ada jaminan maka bunga yang dibebankan kepada peminjam sangat tinggi. Rata rata bunga KTA adalah sekitar 20%. Oleh karena itu, sebenarnya KTA tidak dianjurkan untuk pembiayaan yang sifatnya konsumtif. KTA hanya boleh digunakan jika sudah dalam keadaan yang sangat terpaksa. Karena itu selama tidak diperlukan, sebaiknya tawaran tawaran KTA tidak usah ditanggapi. Apalagi saat ini sudah semakin banyak bank bank yang menawarkan secara agresif melalui sales dan marketing executivenya. Hampir setiap saat hari, boleh dibilang, anda menerima sms dari para sales KTA, dengan iming iming proses yang mudah dan cepat, tanpa persyaratan yang berat, cukup fotokopi KTP dan fotokopi kartu kredit yang sudah dimiliki, maka permohonan KTA sudah dapat diproses. Bagi yang tidak jeli dalam mempertimbankan tawaran tawaran pinjaman semacam ini, maka kadang terlintas untuk mengambil tawaran tersebut, jadi akhirnya KTA diajukan bukan karena dalam keadaan mendesak perlu dana, tapi karena gencarnya tawaran tawaran dengan iming iming kemudahan kemudahan tersebut, dan akhirnya justru membuat anda berencana untuk membeli hal hal yang sebenarnya tidak diperlukan, yang akhirnya menjadi penggunaan yang konsumtif, seperti misalnya pembelian barang barang elektronik, membiayai liburan, membayar uang muka kendaraan dan lain lain yang sifatnya tidak primer. Karena itu, anda harus secara tegas tegas menolak tawaran tawaran KTA.Jangan menggunakan KTA untuk pembiayaan dibawah ini :
1.Membeli barang barang elektronik seperti TV, Laptop, Handphone dan lain lain
2.Membeli kendaraan seperti mobil dan motor
3.Membiayai liburan, tiket perjalanan, hotel, belanja
4.Membayar uang pangkal sekolah anak
5.Membayar tagihan kartu kredit, yang akhirnya hanya menutup hutang dengan hutang baru yang bunganya juga besar
6.Berinvestasi atau membuka bisnis dengan keuntungan yang jauh lebih rendah dari bunga KTA
7.Biaya pernikahan

Jika alasan mengambil KTA adalah untuk digunakan untuk menutupi biaya hanya sementara saja (bridging) juga sebenarnya tidak tepat. Karena 1 hal lagi yang penting adalah jika KTA ingin dilunasi sebelum jatuh tempo, maka ada biaya penalti yang akan dibebankan, dan jumlahnya juga tidak sedikit. Karena itu, jika dalam keadaan terpaksa harus menggunakan KTA, sebaiknya coba untuk bernegosiasi dengan pihak Bank biaya penalti untuk pelunasan awal. Sehingga jika sebelum jatuh tempo KTA dapat dilunasi, maka tidak ada lagi beban bunga yang besar dan beban penalti tidak terlalu besar dan memberatkan.
Agar terhindar dari keterpaksaan menggunakan KTA, memang sebaiknya biaya biaya dan pengeluaran pengeluaran yang penting dimasa yang akan datang, sebaiknya direncanakan sebelumnya. Bukan sebaliknya, sudah ada biaya yang harus dibayar saat ini tapi baru memikirkan cara pembayarannya. Ini akibat tidak adanya Perencanaan Keuangan. Biaya biaya seperti Dana Pendidikan, Dana Pernikahan, Dana liburan, Dana pembelian kendaraan dan alat alat elektronik, dapat direncanakan jauh jauh hari sebelumnya, sehingga pada saat diperlukan, dana sudah tersedia, tidak perlu lagi meminjam atau berhutang dengan bunga yang tinggi.

Tips memilih dan menggunakan KPR atau KPA
Berbeda dengan KTA, KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah alternatif pembiayaan yang direkomendasikan. Karena tujuan dari pinjaman ini adalah untuk pembelian rumah yang merupakan aset yang nilainya dapat berkembang. Sebagai jaminan untuk Bank sebagai pemberi kredit, maka rumah atau apartemen menjadi agunan sampai kredit dilunasi. Dilihat dari sisi Bank sebagai pemberi kredit, KPR termasuk kategori cukup aman, karena itu bunga KPR tidak setinggi KTA. Saat ini bunga KPR berkisar 11-13%.
Bagi anda yang ingin membeli rumah tapi tidak mempunyai dana tunai, maka mengambil KPR bisa dianggap suatu jalan keluar yang baik. Selain bunga yang tidak begitu tinggi, rumah mempunyai nilai investasi. Pembelian rumah adalah suatu pembelian aset, bukan barang konsumtif dan juga bisa menjadi aset produktif jika rumah disewakan atau dijadikan tempat kos, sehingga hasil dari sewa atau pembayaran kos bisa digunakan untuk membayar cicilan.
Pengajuan KPR juga sekarang tidak terlalu sulit, kondisi dunia perbankan cukup likuid, banyak bank yang menyalurkan kredit, sehingga konsumen dapat membandingkan bunga KPR yang kompetitif. Untuk rumah baru Bank dapat memberikan kredit sampai 90% dari nilai rumah, sendangkan untuk rumah sekunder, biasanya hanya dapat diberikan maksimum 70% dari nilai rumah.
Jika anda membeli rumah baru, pastikan beberapa hal dibawah ini sebelum anda mengajukan KPR :

1. Pastikan rumah yang anda beli berada dilokasi dan lingkungan yang bagus, tidak banjir, mudah diakses, dekat dengan berbagai macam fasilitas. Sehingga anda bisa memiliki rumah ini untuk jangka waktu yang panjang. Jika suatu hari anda ingin menjualnyapun, karena lokasi dan fasilitas yang menarik, maka anda tidak susah menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pada saat anda beli. Sehingga rumah anda mempunyai nilai investasi yang tinggi.

2.Jika rumah yang akan anda beli adalah baru, pastikan bahwa developernya sudah mempunyai kredibilitas yang baik dan berpengalaman dibidang properti, seperti ketepatan waktu pembangunan, ijin membangun yang sudah lengkap, kepastian lengkapnya fasilitas fasilitas yang dijanjikan. Sehingga anda sudah mempunyai jadwal yang pasti untuk pelunasan “Down Payment” dan cicilan.

3.Mintalah keterangan dan perhitungan secara rinci bunga cicilan yang harus dibayar setiap bulan sampai jatuh tempo pembayaran. Bunga KPR bisa terdiri dari bunga tetap dari awal hingga akhir cicilan, misalnya 12%. Bisa juga bunga tetap ditahun tahun pertama dan ditahun ke 3 dan seterusnya bunga mengambang dengan acuan naik turunnya suku bunga Bank Indonesia. Nah biasanya tipe gabuangan seperti ini, pada tahun tahun pertama bunga yang diberikan rendah, misalnya jika yang bunga tetap adalah 12%, maka bunga yang diberikan pada tahun pertama dan kedua adalah 10%, tapi pada tahun ke 3 dan seterusnya diberlakukan bunga 14% atau bunga mengambang dengan acuan suku bunga BI pada saat itu. Oleh sebab itu, harus hati hati dengan bunga kombinasi seperti ini, anda jangan terfokus dengan bunga rendah tetap pada tahun tahun awal saja, tapi juga harus dipikirkan jika pada tahun dimana bunga mengambang diberlakukan, ada kemungkinan suku bunga pada saat itu akan jauh lebih tinggi.

4.Minta juga penjelasan jika suatu saat anda ingin melunaskan cicilan sebelum jatuh tempo, apakah ada penalti yang harus dibayar.

Faktor penting lain yang harus anda persiapkan juga adalah:
1.Pastikan bahwa cicilan yang harus anda bayar adalah tidak lebih dari 30% gaji atau total pendapatan anda. Bukan hanya untuk cicilan KPR saja, tapi tapi anda harus menghitung berapa keseluruhan cicilan cicilan dari pinjaman dan kredit yang masih anda miliki, termasuk : cicilan pembayaran kartu kredit, cicilan pembayaran KTA, dan cicilan pembelian kendaraan, dan cicilan cicilan lain yang masih anda miliki. Jika ternyata jumlah total cicilan yang anda miliki lebih dari 30% gaji atau pendapatan anda, maka anda belum disarankan untuk mengambil pinjaman / kredit baru.

2.Pastikan bahwa anda tidak mempunyai kredit macet, jika anda merasa masih mempunyai tunggakan yang belum dibayar, maka sebaiknya anda menyelesaikan dulu. Pihak Bank yang akan memberikan KPR akan memeriksa catatan sejarah status pinjaman dan kredit anda, jika masih terdapat kredit macet maka akan menghambat atau malah ditolaknya permohonan KPR.

Dengan persiapan persiapan diatas dengan dokumen dokumen yang lengkap akan membantu lancarnya proses KPR.

You may also like

141 Response Comments

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
*