Reksadana adalah produk investasi sebagai sarana untuk tujuan jangka menengah dan panjang.  Reksadana bukan produk bank seperti tabungan dan deposito.  Pertama kali diterbitkan di Indonesia pada tahun 1996, dan sejak itu pertumbuhan dana yang dikelola dalam Reksadana semakin pesat.  Saat ini jumlah dana masyarakat yang berada pada produk Reksadana adalah sekitar Rp 140 Triliun.  Reksadana banyak diminati oleh investor perorangan karena dapat dibeli dengan dana yang tidak begitu besar, cara pembeliannya mudah dan dengan membeli Reksadana berarti sudah memiliki sekumpulan saham dan obligasi yang dikelola oleh profesional.  Produk ini tidak dijamin dan mengandung resiko.  Sebab itu untuk meminimalisasi resiko, sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada produk ini, investor sebaiknya menetapkan dulu tujuan keuangan dan jangka waktunya, sehingga jenis Reksadana yang dibeli dapat disesuaikan dengan jangka waktu.

APA ITU REKSADANA ?
Arti Reksadana sendiri dengan bahasa yang mudah adalah : suatu wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek seperti saham, obligasi dan pasar uang untuk dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi.

JENIS REKSADANA
Jenis Reksadana dibagi dalam 2 kelompok yaitu Reksadana konvensional dan Reksadana terstruktur.  Dalam tulisan ini saya akan membahas Reksadana konvensional yang memang lebih populer untuk investor perorangan.
Reksadana Konventional dibagi dalam 4 jenis yaitu :
•    Reksadana Saham : yaitu Reksadana yang berisi saham saham yang dicatatkan dibursa efek.
•    Reksadana Pendapatan Tetap : yaitu Reksadana yang berisi surat hutang yaitu obligasi pemerintah dan obligasi perusahaan         swasta.
•    Reksadana Pasar Uang : yaitu Reksadana yang berisi surat hutang jangka pendek, yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
•    Reksadana Campuran : yaitu Reksadana yang berisi saham dan obligasi
Sedangkan Reksadana Terstruktur dibagi dalam 4 jenis yaitu : Reksadana Terproteksi, Reksadana dengan Penjaminan, Reksadana ETF (Exchage Traded Fund) dan Reksadana Indeks.

MENGAPA BERINVESTASI PADA REKSADANA?
Beberapa kelebihan pada produk Reksadana bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung ke Saham dan Obligasi adalah :

•    Dana yang tidak besar
Produk Reksadana diterbitkan untuk bisa dijangkau oleh investor retail.  Dengan dana yang relatif tidak besar yaitu Rp 250,000.-, seorang calon investor sudah dapat membeli Reksadana. Bahkan untuk pembelian selanjutkan cukup dengan dana Rp 100,000.-
Jika dibandingkan dengan dana yang harus disiapkan untuk pembukaan rekening pembelian saham yaitu sebesar Rp 5,000,000.-.

•    Diversifikasi portfolio investasi
Ingat pepatah : “Jangan meletakan semua telur dalam 1 keranjang”.  Dengan membeli Reksadana berarti sudah memiliki beberapa saham dan obligasi yang berbeda dalam 1 produk investasi.  Artinya dengan memiliki beberapa produk investasi maka resiko akan tersebar dalam produk produk yang berbeda yang akan meminimalisasikan kerugian.

•    Dikelola oleh ahlinya
Hanya Manajer Investasi (MI) yang telah mendapat Ijin dari BAPEPAM-LK yang dapat menerbitkan dan mengelola Reksadana.  MI sesuai dengan kemampuannya akan memilih saham saham dan obligasi yang akan dikelola dalam Reksadana. Investor tidak perlu memikirkan saham atau obligasi apa yang bagus untuk dibeli. Selain untuk mengurangi resiko karena sudah mempercayakan pengelolaan kepada pihak yang profesional, hal ini juga sangat menghemat waktu dibanding jika investor harus melakukan analisa sendiri untuk memilih saham dan obligasi.  Investor juga tidak perlu mengamati terus menerus pergerakan harga saham dan obligasi.  Harga Reksadana dapat diliat setiap hari di harian Bisnis Indonesia dan di situs www.infovesta.com

•    Hasil Investasi yang menarik
Karena isi dari Reksadana sudah terdiversifikasi dalam beberapa beberapa saham dan obligasi yang sudah dipilih oleh Manajer Investasi, maka dalam jangka panjang hasil investasinya mempunyai potensi yang lebih tinggi dibanding dengan tabungan, deposito dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

DIMANA DAPAT MEMBELI REKSADANA ?
Reksadana dapat dibeli di gerai / kantor penerbit Reksadana (Manajer Investasi) dan juga di Bank Bank sebagai agen agen penjual Reksadana.  Saat ini sudah terdapat sekitar 20 Bank yang menjadi agen penjual.  Beberapa MI dan agen penjual sudah mempunyai fasilitas online.  Jadi investor cukup melakukan pembukaan rekening di MI atau agen penjual sekaligus untuk melakukan aktifasi fasilitas online, sehingga untuk pembelian selanjutnya dapat dilakukan secara online.
Pembelian dan penjualan kembali / pencairan (redemption) dapat dilakukan pada setiap hari kerja.  Pencairan atau penjualan kembali dapat dilakukan di MI penerbit reksadana yang akan dicairkan atau di agen pada saat pembelian reksadana tersebut.  Proses pembelian tidak lama, hanya 1-2 hari bursa, sedangkan proses pencairan lebih lama yaitu 3 – 7 hari bursa.

HARGA REKSADANA, BIAYA PENJUALAN DAN PEMBELIAN
Reksadana diterbitkan dengan NAB 1000, artinya 1 unit reksadana berharga Rp 1.000,-.  Harga Reksadana berubah setiap hari sesuai dengan nilai/harga efek efek yang ada didalam portfolio Reksadana.  Harga tersebut sudah dikurangi dengan biaya pengelolaan (management fee) dan biaya kustodian sebagai pihak pencatat dan penyimpan dana dan efek efek.
Sedangkan pada saat kita membeli Reksadana ada biaya pembelian dan pada saat menjual ada biaya penjualan.  Biaya pembelian untuk setiap Reksadana berbeda beda dan kadang kadang biaya tersebut juga berbeda pada setiap Agen Penjual.  Sedangkan biaya penjualan selain berbeda untuk setiap Reksadana juga ditentukan oleh berapa lama investor sudah memiliki Reksadana tersebut.  Biasanya semakin lama investor memiliki Reksadana tersebut, semakin kecil biayanya, bahkan tidak ada biaya penjualan sama sekali.  Semua biaya biaya tersebut tercantum pada prospektus dan dapat ditanyakan sebelumnya kepada penerbit atau agen penjual.

(BERLANJUT)

Share This Story!

You may also like

2 Response Comments

  • siska  06/01/2013 at 04:07

    terima kasih atas informasinya

    Reply
  • mulianto  06/29/2013 at 12:57

    menarik kesimpulan reksadana dimulai dari 1996, boleh info nama reksadana yang terbit dari 1996 dikelola dan masih ada sampai saat ini.

    asumsinya jangka panjang dalam reksadana, kurang lebih 1996-2013 = 17 tahun. cukup panjang jangka waktunya.

    Karena dari semua perencana keuangan mengatakan bahwa reksadana merupakan investasi jangka panjang, angap 20 tahun atau 40 tahun untuk dana pensiun.

    Semoga bisa di informasikan mengenai hal ini.

    Terima kasih artikelnya

    Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.